Friday, February 27, 2015

Sok Menjadi Pahlawan


Ayat bacaan : Galatia 6:1-3; Yeremia 25:5

“Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” 
(Galatia 6:1)

“Saya terlibat perselingkuhan…..,” kata seorang wanita muda sambil mengusap matanya yang sembab. Dengan sabar si konselor wanita menunggu kalimat berikutnya. “…. dengan pembimbing rohani saya….,” lanjut wanita muda itu. “Maksudmu?” Tanya balik si konselor. “Ya…. maksudku…. maksudku dengan pendetaku.” Wanita muda ini tidak bisa menahan lagi tangisannya. Di dalam ruangan kecil itu dua orang, si korban dengan si konselor sama-sama termenung.

Si korban termenung, mengapa ia bertindak konyol seperti itu? Sedangkan si konselor termenung, mengapa seorang panutan rohani bisa terlibat dalam permainan kotor itu? Di mana celahnya? Setelah hampir satu jam mereka termenung dan bertangis-tangisan bergantian, dimulailah cerita yang diawali oleh curhat “kecil-kecilan” kepada pendetanya melalui telepon. Tidak disangka kalau pendetanya menaruh perhatian yang cukup besar terhadap masalah yang dihadapi wanita muda itu. Akhirnya, dari pembicaraan lewat telepon, berlanjut pada pembicaraan di sebuah kedai minuman, dan terus meningkat sampai perjumpaan di sebuah hotel kecil di tepi kota. Dan terjadilah perselingkuhan itu……! Saudara, kisah ini mewakili tindakan konyol yang kerap dilakukan oleh pemimpin rohani.

Alkitab memang menyarankan kita untuk memimpin orang yang melakukan pelanggaran, tetapi kita juga harus waspada supaya kita juga jangan terkena pencobaan! Kadang kita menjadi begitu sok pahlawan. Kita ingin menolong orang lain dengan nasihat-nasihat kita, tetapi kita tidak mengindahkan lagi etika konseling. “Pasien” tidak lagi datang dari rekan sejenis, tetapi juga lawan jenis. Rawan sekali! Banyak kasus perselingkuhan diawali dari curhat kecil-kecilan. Lalu timbullah simpatik dan akhirnya cinta. Saudara, gunakanlah hikmat Allah kalau Anda terlibat konseling. Jangan terlibat konseling dengan lawan jenis! Saya nasihatkan ini karena orang Kristen yang sok menjadi pahlawan akan menjadi makanan empuk tipu daya iblis.

Renungan: 
Kalau Anda terlibat dalam perselingkuhan atau “sayang-sayangan” dengan istri atau suami orang lain, bertobatlah. Tuhan tidak menghendaki Anda terhilang. Dengarkanlah suara Roh Kudus yang membisikkan kata “pertobatan” kepada Anda.

Orang Kristen yang sok menjadi pahlawan akan menjadi makanan empuk tipu daya iblis.

No comments:

Post a Comment