Ayat Bacaan : 1 Petrus 1:22-25; Ayub 6:14 “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu” (1 Petrus 1:22).
Seorang misionaris Amerika sedang berjalan-jalan di jalan sebuah kota di Cina. Ia tertarik dengan anak-anak yang sedang bermain-main. Anak-anak itu bermain sambil menggendong anak-anak lainnya di punggungnya masing-masing. “Ini tidak baik,” gumamnya dalam hati. Dengan simpatik misionaris itu menghampiri anak-anak tersebut dan berkata, “Kenapa kalian membawa beban berat?”
“Dia bukan beban berat,” kata seorang anak dengan cepat. “Dia saudaraku.”
Dan ketika misionaris ini pulang ke rumahnya dan bertemu keluarganya, ia berkata, “Seorang anak kecil memberiku pengertian mengenai arti “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu…” (Galatia 6:2).”
Menurut Anda, menanggung biaya sekolah anak itu sebuah beban ataukah tidak? Bagaimana kalau pertanyaannya saya ganti, Anda membiayai tetangga Anda sekolah itu beban ataukah tidak? Saya tahu pasti jawaban Anda. Dan kalau kita mempunyai prinsip bahwa saudara-saudara kita seiman itu adalah saudara kita sendiri, maka tidak akan ada lagi keberatan dari kita untuk menolong mereka. Anggapan bahwa mereka merupakan beban adalah anggapan yang tidak benar, menurut firman Tuhan. Sebab Allah sudah menyatukan kita menjadi satu keluarga besar – keluarga Kerajaan Allah.
Saya sedang berbicara mengenai kasih. Yang satu ini sering diabaikan dan dilupakan oleh gereja Tuhan. Padahal Allah itu kasih, dan mereka yang mengaku sebagai anak Tuhan wajib hidup di dalam kasih. Dan kasih itu pasti berkorban. Tidak semua orang suka berkorban.
Cobalah Anda mengubah paradigma yang selama ini melekat dalam diri Anda. Selama ini Anda menganggap bahwa mereka yang duduk bersebelahan dengan Anda di gedung gereja adalah orang lain. Yang benar, dia adalah saudara Anda. Kita semua telah disatukan di dalam Tuhan. Jadi benarlah bila Alkitab berkata supaya kita saling bertolong-tolongan menanggung beban.
Renungan: Dunia sedang mengalami krisis kasih yang berat. Mereka saling menghancurkan dan membunuh. Lalu kalau gereja Tuhan sendiri kasihnya membeku, bagaimana nasib dunia ini? Jadi mari kita melakukan perbuatan kasih lagi supaya dunia melihat Kristus di dalam gereja-Nya. Bahasa yang paling indah adalah bahasa kasih.
No comments:
Post a Comment