Ayat Bacaan : 1 Petrus 1:10-12; Yesaya 53:3 “Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu” (1 Petrus 1:10).
Kadang saya suka berkhayal (Anda juga, kan?). Khayalan saya seperti ini: kalau saya hidup pada zaman Adam dan Hawa, maka saya akan bisa menghabiskan berol-rol film untuk memotret semua sisi dari taman Eden. Siapa yang tidak tahu kalau taman itu indah dan pasti jadi obyek pemotretan yang terbaik sepanjang masa. Lalu khayalan saya terbang ke zaman Musa. Tentunya asyik banget menyaksikan demontrasi terbelahnya laut Teberau. Atau pada zaman Yesus. Yang ini pasti lebih asyik lagi, melihat Anak Allah berjalan ke sana kemari sambil melakukan mukjizat. Namun sesungguhnya zaman yang terindah adalah zaman baru, saat Anak Allah berkata, “Sudah Selesai!” Itulah masa dimulainya perjanjian baru antara Allah dengan manusia.
Kita hidup pada masa yang paling indah. Kita hidup pada masa anugerah Allah melimpah-limpah.
Sesungguhnya keselamatan yang kita terima di dalam Yesus jauh hari-hari sebelumnya diselidiki oleh para nabi. Mereka bertanya-tanya, kapan janji Allah itu digenapi?
Pertama kali nubuatan Allah mengenai keselamatan disebutkan dalam Kejadian 3:15, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Lalu disebutkan lagi dalam nubuatan-nubuatan yang terpisah: Kejadian 49:10; Kisah Rasul 3:22; Yesaya 9:6; Mazmur 22:2; Yesaya 53:3; Daniel 2:44; dsb.
Jadi tidak heran bila para nabi dan hamba Allah menanti-nantikan datangnya Mesias yang akan menggenapi janji Allah tersebut. Dan saya yakin sekali bahwa masa setelah Anak Allah itu dinyatakan, itu menjadi masa yang penuh kemuliaan. Inilah masa kasih karunia Allah melimpah-limpah.
Saudara, pintu anugerah terbuka lebar. Anak-anak Tuhan berlomba mencari jiwa agar surga penuh dengan penghuninya. Tetapi ada juga anak-anak Tuhan yang mengabaikannya dan malahan bersenang-senang di dalam dosa. Orang seperti ini benar-benar menyia-nyiakan kasih karunia Allah.
Renungan: Bersyukurlah apabila Anda hidup pada masa sekarang ini – masa yang melimpah dengan kasih karunia Allah. Kalau rekan atau teman menggunakan masa ini untuk bersenang-senang di dalam dosa, biarlah Anda tetap berlaku lurus dan suci. Tidak ada zaman yang seindah zaman Perjanjian Baru.
No comments:
Post a Comment