Ayat Bacaan : 2 Samuel 4:1-12; 1 Petrus 3:9
“Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang. Ia bernama Mefiboset”
(2 Samuel 4:4).
Seorang cucu Saul atau anak Yonatan disebutkan dengan nama Mefiboset. Dalam situasi yang kacau, Mefiboset dilarikan oleh inang pengasuhnya. Naas, Mefiboset yang berumur 5 tahun itu jatuh dan akhirnya cacat.
Dia dijatuhkan oleh seorang yang seharusnya menjaganya.
Dia dijatuhkan oleh seorang yang memberinya makan.
Dia dijatuhkan oleh seorang yang menggendongnya.
Dia dijatuhkan oleh seorang yang membelainya.
Dia dijatuhkan oleh seorang yang mencintainya.
Dan….. dia dijatuhkan oleh orang yang sama!
Pernahkan Anda merasakan hal yang sama? Apakah orang yang Anda kasihi itu menjatuhkan Anda? Apakah dia meninggalkan Anda dalam keadaan putus asa? Anda berharap, tetapi dia mengecewakan. Anda terlanjur memberikan kasih Anda seratus persen, namun dia menjatuhkan Anda. Dan Anda terjatuh dalam keadaan hancur.
Kita tidak dapat mengelak fakta bahkan orang yang kita kasihi menjatuhkan kita. Yesus sendiri merasakan hal yang sama. Dia dikhianati oleh murid yang dia kasihi. Dan Dia ditinggalkan oleh murid-murid-Nya yang setiap hari selalu bersama-sama. Menyakitkan!
Saudara, kalau Anda sedang sakit karena ada orang-orang yang mengasihi Anda menjatuhkan Anda, kini saatnya Anda untuk mempraktekkan firman dengan mengasihinya. Allah tahu betapa sakitnya hati Anda. Hati Anda yang terluka menganga lebar itu agaknya tidak semudah itu untuk disembuhkan. Anda terlanjur menjatuhkan sumpah untuk membencinya sampai kubur. Mintalah Allah memenuhi hati Anda dengan kasih-Nya. Ingatlah bagaimana Yesus yang dikhianati dan ditinggalkan oleh murid-murid-Nya namun Dia mengasihi mereka. Itu kan Yesus? Begitulah alasan banyak orang Kristen saat mereka ditanya untuk melakukan seperti yang Yesus lakukan. Oleh karena itu, kita harus meminta-Nya agar hati kita dipenuhi dengan kasih-Nya.
Renungan:
Anda sedang tergeletak karena ada yang menjatuhkan Anda? Anda mengerang kesakitan karena seorang yang Anda cintai secara tak terduga menjegal Anda? Jangan balas dengan kejahatan! Balaslah dengan kasih! Sebab dengan demikian Anda melakukan hukum ilahi dan Anda akan menikmati berkat-Nya!
Yesus adalah Sobat yang tidak pernah berkhianat.
No comments:
Post a Comment