Ayat Bacaan : 2 Samuel 8:1-18; Efesus 6:11, 12
“Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin. Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom; di seluruh Edom ditempatkannya pasukan-pasukan pendudukan, sehingga seluruh Edom diperbudak oleh Daud. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang”
(2 Samuel 8:13,14).
Kita sedang berada di tengah-tengah kompetisi dunia yang cukup ketat. Bahkan bukannya tidak mungkin hukum rimba berlaku lagi: siapa yang kuat mereka yang menang. Dunia di mana kita berpijak hari ini masih terus terbawa kepada hukum rimba itu. Harta dan pangkat seringkali dijadikan alat untuk memperkuat diri sendiri. Di sisi lain penghormatan dan belas kasihan atas sesama manusia pun semakin luntur. Hal ini bisa dilihat adanya orang yang tertawa di atas penderitaan orang lain. Tidak ada tempat yang aman dan nyaman di dunia ini. Yang pasti hanya di dalam Tuhanlah ada kenyamanan. Orang percaya pun tidak lepas dari kondisi ini, setiap hari dan setiap saat melalui orang-orang fasik kuasa kegelapan memata-matai dan mencari waktu yang tepat untuk menghancurkan kita.
Karena itu kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya saudara dapat bertahan melawan panah api yaitu tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, dan melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6:11, 12).
Panah api itu bisa menyerang keuangan kita, hubungan kita dengan Tuhan (tidak suka berdoa), hubungan suami istri (tidak harmonis), hubungan orang tua anak (renggang). Yang karenanya seseorang bisa kehilangan damai sejahtera Allah dan sukacita, tidak bisa mengampuni dan hidup dalam kekecewaan.
Dalam renungan hari ini bisa dilihat betapa banyaknya peperangan yang dihadapi Daud, tetapi ia menang atas semua musuhnya, sebab Tuhan memberikan kemenangan. Sama seperti kepada Daud, Allah juga akan memberikan janji kemenangan atas kita.
Pada akhirnya kemenangan kita pun bisa dirasakan orang lain, seperti Tou (raja Hamat) merasakan kemenangan Daud (ayat 9-10). Kemenangan kita bukan untuk dinikmati sendiri tetapi untuk dinikmati bersama. Saat seseorang menang atas sakit penyakit yang dihadapinya, maka kemenangannya dinikmati seluruh keluarga.
Renungan:
Jenis peperangan apapun yang kita hadapi, asal kita mengenakan perlengkapan Allah, seperti kasih Allah, kekudusan, ketaatan, kesetiaan, iman dan pengharapan yang teguh kepada Allah, maka Allah akan memberikan kemenangan kepada kita.
Bangkitkan semangatmu sebab Tuhan memberikan kemenangan kepadamu.
No comments:
Post a Comment