Ayat bacaan : 1 Timotius 3:1-5; Mazmur 75:7
”Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah”
(1 Timotius 3:1).
Bila ada tawaran, ”Siapa yang ingin menjadi seorang manajer atau direktur?” Rata-rata akan menjawab ”ya.” Tetapi bila ada tawaran, ”Siapa yang mau melayani Tuhan atau menjadi pelayan Tuhan tanpa gaji?” Saya sangsi kalau ada yang mau mengangkat tangan. Mengapa demikian? Sebab mereka beranggapan lebih baik melayani Tuhan paruh waktu saja. Artinya kalau punya waktu, ya mau melayani kalau tidak ya, no way. Apakah begitu? Firman Allah berkata, ”Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat [pelayan Tuhan] menginginkan pekerjaan yang indah.” Jadi melayani Tuhan atau menjadi pelayan Tuhan adalah pekerjaan yang indah dan mulia. Bukan pekerjaan sampingan atau pekerjaan nomor dua. Bukan berarti pekerjaan lain atau sekuler adalah pekerjaan yang tidak baik.
Ayat di atas tidak berbicara demikian. Tetapi apabila ada orang yang berkeinginan melayani Tuhan maka keinginan tersebut adalah pekerjaan yang indah sehingga tidak perlu malu atau gengsi untuk melakukannya. Bila sebelumnya Anda memutuskan untuk mundur dari pelayanan dengan alasan melayani Tuhan adalah pekerjaan nomor dua, batalkan! Sebagai gantinya teruslah maju sebab melayani Tuhan adalah pekerjaan indah. Mengapa? Sebab dengan memutuskan untuk melayani Tuhan berarti Anda memilih hidup dengan standar mulia.
Bagaimana tidak, seorang pelayan Tuhan hidupnya harus tak bercacat, beristrikan [bersuamikan] satu, dapat menahan diri, hidup bijaksana, hidup sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, harus menjadi seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Ini adalah standar moral yang tinggi. Dan hampir tidak ada lowongan pekerjaan di dunia ini yang memberikan kriteria sedemikian mulianya selain mereka yang ingin menjadi pelayan Tuhan atau jemaat. Mengapa dibutuhkan standar moral yang tinggi? Sebab Allah yang kita layani adalah Allah Kudus dan Mulia.
Renungan:
Sekalipun Anda adalah seorang manajer, pimpinan suatu perusahaan, guru, karyawan atau yang lainnya. Anda juga bisa melayani Tuhan tetapi standar moral di atas harus tetap dipenuhi, bila tidak Anda akan dicap pelayan Tuhan murahan. Apakah itu berarti bila kita ingin melayani Tuhan harus sempurna terlebih dahulu? Tidak! Bagaimana kita bisa menjadi teladan bagi orang lain bila hidup kita sendiri buruk? Jadilah teladan bagi orang lain. Untuk menjadi teladan itulah diperlukan hidup yang beres dengan Tuhan dan sesama.
Inginkan yang mulia, maka hidup Anda juga akan mulia.
No comments:
Post a Comment