Ayat bacaan : 1 Timotius 2:8-15; Mazmur 134:2
”Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan [lifting up - mengangkat] tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan”
(1 Timotius 2:8).
Ini adalah satu-satunya ayat dalam Perjanjian Baru yang berbicara tentang mengangkat tangan pada waktu berdoa atau menyembah Tuhan. Mengangkat tangan juga sering kita lakukan pada waktu kita beribadah. Kadang kala kita melakukannya secara spontan tanpa harus diperintah oleh pemimpin pujian atau pengkhotbah. Dan mengangkat tangan yang diinginkan oleh Paulus adalah mengangkat tangan yang suci. Itu juga berarti ada orang yang berdoa dengan mengangkat tangan yang tidak suci atau cemar. Ada banyak adegan yang bisa kita lihat mengenai mengangkat tangan ini.
Dalam peperangan bila musuh menyerah maka mereka harus mengangkat kedua tangan mereka ke atas sebagai tanda menyerah. Kita juga bisa melihat saat konser-konser para penyanyi top dunia di mana para penontonnya mengangkat kedua tangan mereka ke atas sambil dilambai-lambaikan. Dan masih banyak lagi contoh lainnya. Apa bedanya dengan mereka yang sedang beribadah? Pada dasarnya apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari selalu berasal dua sumber: pertama dari dalam diri kita, yang kedua karena kita tiru atau menirukan. Sebagai contoh saat kita berbicara, kata-kata yang keluar dari bibir kita adalah berasal dari otak dan akal budi kita atau menirukan orang lain.
Demikian juga dengan tangan kita, tangan kita bisa terangkat ke atas tentu karena ada yang menggerakkannya. Pertama karena kita menginginkannya, yang kedua karena terpaksa atau dipaksa orang lain untuk mengangkat tangan kita ke atas. Di dalam ibadah mengangkat tangan adalah satu ekspresi batin kita [selain kata-kata] yang kagum, hormat, haus dan rindu akan Tuhan. Bagi mereka yang tidak bisa berenang dan kemudian tenggelam di sungai atau di laut di samping menggunakan kata-kata minta tolong, mereka juga mengangkat tangannya ke atas sebagai jeritan hatinya yang minta tolong.
Dan mengangkat tangan yang suci menurut Paulus adalah dorongan yang kuat dari dalam roh untuk memberi diri kepada Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan raga, tanpa ada kepura-puraan. Sebab ada banyak mereka yang mengangkat tangan dalam ibadah namun dorongan dari dalam sama sekali tidak muncul karena hidup mereka masih hidup dalam dosa, tidak jujur. Di hadapan Allah mengangkat tangan demikian sama sekali tidak berdampak bagi mereka. Tetapi mereka yang mengangkat tangan yang suci dampak yang akan dialaminya hadirat dan kuasa Allah akan turun serta menjamah hidup mereka.
Renungan:
Arahkan hati dan angkat tangan Anda ke surga dan sembahlah Dia maka Dia akan melawat Anda dengan kuasa Roh-Nya yang dahsyat itu.
Hati yang suci mengangkat tangan yang suci pula.
No comments:
Post a Comment