Ayat bacaan: 1 Timotius 2:5-7; Amsal 14:12
“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus”
(1 Timotius 2:5).
Mitos yang paling kuat beredar di masyarakat kita adalah semua agama menuntun manusia ke surga. Benarkah bahwa agama itu baik? Benarkah bahwa semua agama menuntun manusia ke surga? Agama mengajarkan hal-hal yang baik, tetapi tidak semuanya dapat menuntun manusia ke surga. Saya punya pengalaman menarik saat saya diajak teman ke Jakarta. Kami, rombongan, mengendarai mobil sendiri dan teman saya juga mengendarai mobilnya sendiri berada di depan kami. Teman saya yang bukan asli orang Jakarta begitu meyakinkan untuk menjadi guide bagi kami.
Suatu hari kami sedang menuju suatu tempat. Jalan yang kami maksudkan itu memang tidak begitu populer, tetapi teman saya yang kami ikuti itu meyakinkan kami bahwa dia tahu betul jalan itu. Akhirnya dia menjadi pemandu bagi kami. Entah berapa kilometer kami lalui, tetapi jalan yang dimaksud belum ditemukan juga. Saya mengontak teman saya yang di depan itu dengan telepon seluler, “Eh bagaimana ini? Kok masih putar-putar?” Dia menjawab, “Tenang aja. Gue udah tahu jalan ini. Pokoknya yang penting nyampek!” Dengan janji itu saya tenang saja, hingga kesabaran saya habis setelah hampir 3 jam kami berputar-putar tanpa hasil.
Akhirnya kami sama-sama putus asa dan bertanya kepada seorang pejalan kaki. Melalui informasi itu akhirnya kami berhasil menemukan tujuan kami! Pengalaman ini membawa kami berpikir mengenai perkataan Salomo, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut” (Amsal 14:12). Teman saya yang menjadi pemandu itu nyatanya tidak lebih dari seorang yang menyesatkan. Saya pikir inilah yang sekarang terjadi dengan jutaan manusia. Mereka mengikuti apa yang mereka sebut dengan “pemandu wisata ke surga.” Celakanya “biro” semacam ini begitu banyak dan mereka menawarkan berbagai fasilitas yang menggiurkan, tetapi tidak ada satu pun yang dapat menuntun mereka ke surga. Kristen adalah salah satu dari sekian banyak “biro” yang menawarkan paket perjalanan ke surga. Meskipun pengikutnya tidak seagresif “biro” lainnya, tetapi Yesus adalah satu-satunya Jalan itu. Tidak ada jalan lain yang dapat menuntun manusia ke surga kecuali Yesus.
Renungan:
Kita bukanlah mengikuti Penuntun yang menyesatkan, sebab hanya Yesus yang disebut Jalan itu. Marilah kita sebarkan Jalan ini supaya orang lain juga mengikuti jalan yang benar.
Kematian dan kebangkitan Yesus merupakan bukti “keaslian”-Nya sebagai satu-satunya Penuntun manusia ke surga.
No comments:
Post a Comment