Saturday, May 13, 2017

Hutang Piutang

Ayat Bacaan : Ulangan 23:19-25; Lukas 6:38
"Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang  maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari   saudaramu janganlah engkau memungut bunga -- supaya TUHAN,    Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang  engkau masuki untuk mendudukinya" 
(Ulangan 23:19, 20).

Di dalam ayat-ayat bacaan kali ini kita bisa melihat bahwa Tuhan bukan hanya mengatur  hal-hal yang bersifat rohani saja, melainkan juga mengatur kehidupan sosial umat-Nya yaitu menyangkut kehidupan sehari-hari seperti soal pinjam meminjam baik uang maupun barang. 

Dalam ayat ini Tuhan sedang  menyinggung masalah pinjam meminjam dan aturan main yang harus diikuti oleh umat-Nya. Sebab banyak masalah muncul dari hal pinjam meminjam, Allah tidak mau gara-gara masalah pinjam meminjam hubungan persaudaraan menjadi renggang, gara-gara pinjam meminjam terjadi persengketaan karena si peminjam tidak bisa mengembalikan pinjamannya. Ayat itu berbunyi: ”Janganlah engkau memungut bunga -- supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang  engkau masuki untuk mendudukinya" (Ulangan 23:19, 20). 
    
Tuhan memberikan aturan ini supaya jangan seorangpun  membebankan sesuatu kepada orang lain melebihi kekuatannya, misalnya jika ada orang yang meminjam selayaknya jangan dipungut bunga atas pinjaman itu. Nats ini sangat aktual untuk hari-hari ini, sebab banyak jemaat yang terlibat dalam hal utang piutang. 

Aturan itu dibuat bukan untuk  menguntungkan salah satu pihak, tetapi aturan dibuat supaya kita tetap berada di dalam berkat-Nya. Sesungguhnya dalam nats ini Tuhan sedang menekankan “jangan sampai gara-gara hutang piutang berkat-Nya menjadi terhalang.

Dan kalau bisa jangan terjadi hutang piutang diantara jemaat Tuhan, jika ada yang berkelebihan coba lihat sejenak di sekeliling kita dan perhatikan kekurangan saudara kita. Pernahkan kita melakukannya ? Allah mau kita menjadi berkat terlebih untuk saudara seiman. Firman-Nya berkata:  “..... berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu" (Lukas 6: 38).

Renungan:
Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan  masing-masing (Kisah Para Rasul 2:44,45).      

Yang berhutang maupun yang memiutangi kiranya sama-sama mempermuliakan Tuhan.

No comments:

Post a Comment